Sejarah Seishinkan
Sejarah Seishinkan

Seishinkan Aikikai Dojo didirikan oleh Akhmad Dzulham Sensei (6th Dan Aikikai) pada tahun 1998 di SMAN 1 Bandar Lampung. Pada awalnya dojo ini belum menggunakan nama resmi Seishinkan Aikikai Dojo. Nama Seishinkan baru resmi digunakan pada tahun 2000, setelah Akhmad Dzulham Sensei kembali ke Jakarta.
Nama Seishinkan berasal dari tiga huruf kanji: 誠 心 館
Sei (誠) berarti truth, honesty, kebenaran.
Shin (心) berarti heart, hati.
Kan (館) berarti hall, sanggar, atau institusi.
Jika digabungkan, Seishinkan dapat dimaknai sebagai “kumpulan orang-orang yang berhati tulus.”
Seishinkan Aikikai Dojo merupakan salah satu pendiri sekaligus anggota Federasi Indonesia Aikikai (FIA) yang berafiliasi dengan Aikikai Hombu Dojo, Jepang. Pada tanggal 1 Juli 2024, Federasi Indonesia Aikikai resmi diakui oleh Aikikai Hombu Dojo sebagai organisasi Aikido di Indonesia.
Saat ini, Seishinkan Aikikai Dojo berpusat di Gedung Serba Guna (GSG) Sektor 1.3, Bumi Serpong Damai, Tangerang Selatan, serta memiliki cabang di Tangerang Selatan, Jakarta, Bekasi, dan Lampung.
Arti dan Makna Logo Seishinkan Aikikai Dojo
Bentuk Lingkaran
Lingkaran melambangkan kesempurnaan, keharmonisan dan kesinambungan. Ia tidak memiliki sudut, selalu mengalir, kembali menyatu. Seperti filosofi Aikido, yaitu Musubi yang berarti harmonisasi yang menyatukan semua hal dalam satu siklus kehidupan, dimana setiap elemen saling berhubungan.
Seishinkan (誠心館), terdiri dari tiga kanji :
誠 (Sei) : Ketulusan, kebenaran
心 (Shin) : Hati atau jiwa
館 (Kan) : Sanggar atau institusi
Jika digabungkan, Seishinkan berarti “tempat orang-orang berhati tulus.” Dojo ini bukan sekadar ruang berlatih Aikido, tetapi wadah untuk menumbuhkan ketulusan, kebenaran, dan integritas baik di atas tatami/ matras maupun dalam kehidupan sehari-hari.
Aikikai Dojo
Tulisan Aikikai Dojo menegaskan bahwa Seishinkan berafiliasi dengan Aikikai Hombu Dojo di Jepang, dojo pusat Aikido dunia. Ini berarti latihan di Seishinkan berjalan sesuai garis ajaran yang diwariskan oleh pendiri Aikido, Morihei Ueshiba.
Tiga Huruf Kanji Aikido (合気道)
合 (Ai) : Harmoni
気 (Ki) : Energi, jiwa
道 (Dō) : Jalan, filosofi hidup
Aikido bukan sekadar seni bela diri, tetapi merupakan jalan hidup. Morihei Ueshiba menekankan bahwa Aikido mengajarkan kita untuk tidak melawan kekuatan dengan kekuatan. Bukan balas dendam, bukan perlawanan, melainkan mengalirkan energi lawan menuju penyelesaian damai. Inilah prinsip non-kekerasan, kesadaran tertinggi manusia, kedisiplinan, dan kasih sayang.
Warna Biru dan Emas
Biru tua : Stabilitas, kedalaman, ketenangan jiwa
Emas : Kemuliaan, kehormatan, nilai spiritual tinggi
Dua titik emas di kiri dan kanan melambangkan keseimbangan seperti kiri dan kanan, bumi dan langit, siang dan malam, tubuh dan jiwa. Seperti prinsip yin-yang, keduanya saling melengkapi agar tercapai keselarasan.
Kesimpulan :
Logo Seishinkan Aikikai Dojo adalah cermin semangat Aikido tradisional dimana jalan spiritual dan fisik yang berakar pada keharmonisan, bukan pertentangan. Dojo ini hadir sebagai tempat berlatih bukan hanya untuk menguatkan tubuh, tetapi juga untuk membersihkan hati dan menjernihkan pikiran, agar para murid dapat hidup selaras sebagai individu maupun sebagai bagian dari masyarakat.
