Sejarah Aikido di Indonesia
Sejarah Singkat Aikido di Indonesia :
1958
Tansu Ibrahim belajar ke Jepang
Tansu Ibrahim belajar ke Jepang & belajar aikido kepada Gozo Shioda sensei dan membawa Aikido ke Indonesia.
1960
Jozef Poetiray
Jozef Poetiray mendapat beasiswa belajar ke Jepang dan diamanahkan oleh Presiden Soekarno untuk membawa ilmu yang positif dari Jepang. Tinggal & Kuliah di kota Hiroshima. Tertarik Aikido melalui acara TV lokal. Saat itu belum ada Aikido di Hiroshima. Pindah kuliah ke kota Tokyo dan mempelajari Aikido. Mendirikan “Indonesian Students Aikido Club” di Tokyo.
1969
Dibawa ke Indonesia
Jozef Poetiray membawa Aikido ke Indonesia.
1983
Yayasan Indonesia Aikikai (YIA)
Tanggal 28 Oktober dibentuk Yayasan Indonesia Aikikai (YIA), diketuai oleh Jozef Poetiray. Terdaftar sebagai anggota IAF dan Aikido Aikikai Headquarter Japan.
1984 - 1986
Dojo Pertama
Tiga Dojo pertama : Dojo Slipi, Dojo Manggarai & Dojo di Surabaya. Pelatih : Jakarta Ir. Mansur Idham (DAN 1), Achmad Mahbub (DAN 1) & di Surabaya oleh Prawira W .
1987
7 Yudansha Pertama
Tujuh Yudansha (Sabuk Hitam) pertama Aikido Indonesia (DAN 1); Ferdiansyah, Dede Lesmana, Iwan Darma S., Azan Taro, Alan Sarwono, dll.
1990
Perkembangan Dojo
Melalui program JOVC-JICA didatangkan pelatih Jepang Hiroaki Kobayashi sensei (DAN 3) melatih di Indonesia Selama 2 tahun. Berkembang dojo dari 4 dojo menjadi 12 dojo : 1 dojo di Bandung, 1 dojo di Surabaya, 1 dojo di Sumbawa, dan 9 dojo di Jakarta.
2017
Federasi Indonesia Aikikai (FIA)
Federasi Indonesia Aikikai (FIA); Witjaksono. A, Imanul Hakim, A.Dzulham, Merdi, Rudi, Desti, dll.